7 Kesalahan Fatal yang Kerap Dilakukan Pebisnis Pemula saat Membuat Desain Logo

Desain logo menjadi salah satu kunci agar pengembangan bisnis yang dilakukan semakin sukses. Tak hanya berperan sebagai “identitas”, sebuah desain logo pun turut merepresentasikan profesionalisme serta nilai-nilai utama perusahaan.

Tapi sayangnya, tak semua perusahaan mampu menyadari hal tersebut, terlebih lagi para pebisnis pemula ataupun usaha kecil. Mereka ini seringkali beranggapan jika desain logo hanyalah sekedar gambar yang tak berpengaruh di bisnis yang tengah dirintis. Sehingga anggapan tersebut membuat para pebisnis pemula ini asal dalam mendesain sebuah logo, yang bisa berdampak negatif bagi kelangsungan bisnis yang tengah dibangun

Agar tak makin terjebak dengan kesalahan-kesalahan kecil yang fatal, simak beberapa kesalahan umum yang kerap dilakukan pebisnis pemula ketika membuat desai logo agar tak melakukan kesalahan yang sama.

1. Menggunakan Clip Art Sebagai Logo

Kesalahan pertama yang kerap dilakukan bisnis usaha kecil dalam membuat logo ialah memilih gambar acak dari internet atau memakai clip art. Hal ini biasanya dilakukan untuk menekan biaya pengeluaran. Hal ini tak hanya membuat logo perusahaan terlihat murahan tetapi juga kurang profesional. Bahkan, ada kemungkinan terburuk yaitu bahwa Anda telah melanggar hak cipta milik orang lain dan ini bisa bernutut panjang hingga ke ranah hukum. Tentu Anda tak mau repot berurusan dengan aparat hukum hanya gara-gara menjiplak logo bukan? Karenanya pikirkan baik-baik saat membuat logo perusahaan, usahakan dari ide Anda sendiri atau bisa juga memilih jasa desain grafis murah yang banyak tersedia.

2. Menggunakan Font Rumit

Selain gambar, sebuah logo biasanya juga menggunakan elemen Huruf sebagai pelengkap. Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan pebisnis pemula ialah menggunakan font yang rumit di logo perusahaannya. Padahal, pemilihan font  pun harus berdasarkan produk atau jasa apa yang ingin diperkenalkan oleh perusahaan. Salah pilih font dalam desain logo tak hanya membuat jadi aneh tetapi juga membuatnya sulit dibaca bahkan bisa membuat calon konsumen salah persepsi.

Karenanya, pahami aturan bagaimana cara memilih font yang tepat untuk desain logo Anda. Supaya logo tersebut bisa lebih mudah dikenali, dibaca dan bisa menyampaikan pesan dari perusahaan secara tepat pada calon konsumen atau klien.

3. Pemilihan Grafik atau Gambar yang Rumit

Selain pemilihan font yang rumit, kesalahan fatal selanjutnya yang kadang tak disadari pebisnis pemula saat membuat logo ialah menggunakan grafik atau gambar yang rumit. Sesuatu yang rumit mungkin memberikan efek “wah” ketika ditampilkan di internet. Namun ini hanya bertahan sebentar dan akan dilupakan seiring waktu. Lagi pula logo yang rumit akan lebih sulit dan kurang pas saat ingin diimplementasikan ke media offline, misalnya saja kop surat dan juga kartu nama.

4. Berlebihan dalam Memilih Warna

Pemilihan warna yang colorfull mungkin dulu di tahun 1980 an jadi trend, namun di masa sekarang ini menggunakan font dengan yang penuh kombinasi warna justru bisa menimbulkan kesan kurang profesional.  Setidaknya, pilihan kombinasi warna font cukup memakai 2 atau 4 warna primer saja mislanya cyan, black, magenta dan juga yellow. Menggunakan warna yang berlebihan macamnya akan membuat desain logo terlihat rumit. Hal tersebut juga berpengaruh pada proses pencetakannya yang jadi ikut sulit. Untuk itu pahami serta kenali psikologi warna ketika ingin mendesain sebuahnlogo, supaya logo tersebut mampu menyampaikan pesan dari perusahaan pada calon konsumen maupun klien.

5. Slogan Terlalu berlebihan

Slogan memang bisa jadi ide kreatif yang menarik. Namun pemilihan slogan yang terlalu berlebihan dan kurang berhubungan dengan bisnis, maka slogan tersebut bisa jadi bumerang. Satu hal yang perlu diingat ialah jika kreatifitas dalam mendesain sebuah logo hanya sebatas di elemen grafis saja, bukan pesan.

6. Efek Khusus yang Berlebihan

Agar desain logo terlihat “Wah”, kebanyakan pemula selalu memakai bayangan atau efek khusus. Tapi tahukah Anda, bahwa hal tersebut bisa berakibat kurang bagus pada logo ketika diimlementasikan dalam media cetak terlebih dalam warna hitam putih. Menggunakan bayangan maupun efek khusus yang lain memang sah-sah saja dilakukan, namun jika berlebihan justru akan memberikan kesan amatir dan kurang profesional.

7. Penambahan Teks yang Kurang Perlu

Sebagai pebisnis pemula, tentu memiliki keinginan untuk menonjolkan pada pelanggan atau klien tentang status perusahaan. Hingga terkadang kata-kata seperti Perusahaan Terbatas  kerap muncul di sebuah desain logo. Sesungguhnya, unsur tersebut tak diperlukan, tetapi jika hal ini penting bagi Anda. Maka sebaiknya masukan konsep tersebut dalam slogan atau tagline sebagai gantinya.

Pahami Kesalahannya lalu Perbaiki supaya Lebih Maksimal

Banyak sekali perusahaan besar yang kerap melakukan re-design logo untuk tujuan yang lebih besar. Tak cuma penting bagi perusahaan besar saja, membuat desain logo pun memiliki peran yang sangat penting untuk pelaku usaha kecil yang baru memulai bisnisnya. Sebab logo sangat  berkaitan erat dengan produk maupun  jasa yang tengah ditawarkan. Karenanya kesalahan ketika membuat desain logo bisa menimbulkan kesan yang keliru terhadap konsumen dan juga klien.

Baca juga artikel kami :

Wajib Diperhatikan saat Membuat Desain Logo

Tips Penting Membuat Desain Logo Agar Lebih Menarik

Desain Grafis Banner agar Lebih Menarik Perhatian

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *